Forex Trading

Bank Century

Pelajaran Penting Dari Bank Century : Psikologi Pasar

Pelajaran Penting Dari Bank Century : Psikologi Pasar

Perdebatan yang menjemukan soal Bailout Bank Century : Apakah Berdampak Sistemik ataukah Non Sistemik ?

Sebelum pertanyaan itu dijawab, satu hal yang sebenarnya harus menjadi fokus adalah Psikologi Pasar.

Sebelum memahami Psikologi Pasar, para pelaku pasar keuangan (market finance) hanya peduli pada satu hal : ekspektasi atau harapan.

Ekspektasi

Dalam hidup ini setiap orang atau individu pasti maunya selalu UNTUNG dan tidak mau RUGI atau dirugikan.
[smartads]
Begitu juga dalam forex trading, semua trader forex hanya peduli pada profit atau keuntungan dan ogah loss atau rugi.
Para trader berpedoman pada hukum dagang klasik  “beli semurah mungkin dan jual setinggi mungkin”

Dari hukum ini membawa para trader memahami perbedaan antara kondisi dan potensi, yaitu kondisi harga saat ini dan potensinya dimasa datang. Pemahaman ini sering juga disebut ekspektasi atau harapan.

Misalnya sekarang harga Poundsterling (GBP) terhadap dollar Amerika (USD) adalah 1.6081 dan diyakini beberapa hari kemudian harganya akan naik menjadi 1.6437, maka kalau mau untung (Profit) beli saja GBP sekarang dengan nilai 1.6081 dan nanti jual pada saat harganya sudah mencapai 1.6430-an.

Sebaliknya, kalau harga saat ini 1.6081 dan diyakini harganya akan jatuh 1.5928 maka kalau mau mendapat keuntungan segera saja jual atau sell sekarang ketika harganya masih di 1.6081 dan baru beli ketika harganya sudah di 1.5928-an.

[smartads]
Nah, inilah yang disebut ekspektasi atau harapan dari keyakinan akan harga di masa depan.

Sekali lagi saya ulangi, semua ini menyangkut harapan masa depan. Menyangkut nilai atau harga setelah saat ini. Sebab masa depan itu bisa berujud tahun depan, bulan depan, minggu depan, esok hari, beberapa jam lagi atau beberapa detik lagi. Pokoknya masa depan itu adalah setelah saat ini, detik ini.
Apabila harga akan berubah naik segera beli secepatnya, apabila harga akan turun maka segera jual secepatnya.

Dalam segala hal terutama forex trading, tidak menjadi soal harga sekarang yang terpenting adalah harga yang akan datang. Tidak penting bagaimana keadaannya tapi yang lebih penting adalah bagaimana kemungkinannya.

Walaupun kata orang harga sekarang sudah sangat mahal, tapi kalau besok bisa lebih mahal lagi. Maka kondisi sekarang tidak bisa dikatakan mahal. Demikian pula sebaliknya, biar bagaimanapun murahnya kalau besok bisa lebih murah mengapa tidak dilepas sekarang mumpung harganya masih lebih bagus.

Psikologi Pasar

Ketika keyakinan terhadap sebuah harapan atau ekspektasi mulai membesar maka keadaannya akan cenderung semakin besar. Trendnya mulai muncul dan semakin kuat seiring dengan makin besarnya dukungan pelaku pasar terhadap sebuah ekspektasi.

Ketika optimisme muncul, beberapa pelaku pasar mulai mengambil posisi buy. Ketika pelaku lainnya mulai menyadari optimisme ini merekapun melakukan hal serupa hingga makin bertambah jumlah partisipan yang mendorong optimisme menjadi trend yang lebih kuat dan semakin menguat lagi. Akibatnya harga semakin naik ke atas.

Ketika harga sudah dirasakan sangat tinggi, optimisme menurun. Beberapa pelaku pasar mulai melepas posisinya dan harga berubah menjadi menurun. Ketika pesimisme mulai bertambah, harga makin menurun lagi dan makin kuat jatuh seiring dengan makin banyaknya  pelaku pasar yang khawatir dengan kondisi harga yang terus tergerus.

Keadaan seperti diatas inilah yang dimaknai sebagai psikologi pasar, yaitu optimisme dan pesimisme yang didasari sebuah keyakinan yang diikuti oleh pelaku lain yang melakukan tindakan yang sama. Akibat dari tindakan kolektif inilah yang mencipatakan trend atau kecenderungan.

Bagi pelaku pasar, sangat mudah untuk melihat aktifitas pelaku pasar yang lainnya, baik yang mayoritas maupun minoritas. Cukup dengan grafik, maka aktifitas yang dominan sangat mudah kelihatan.

Maka ketika market bergerak ke salah satu arah, pelaku lainnya akan segera melakukan tindakan yang sama. Tindakan ‘ikut-ikutan’ inilah yang kerap dipahami sebagai psikologi pasar.

Sekali lagi, saya ingin mengulangi :
Segala keputusan yang diambil oleh pelaku pasar sesungguhnya berpijak pada keadaan psikologi pasar seperti diatas. Ketika kebanyakan orang melakukan buy maka pelaku pasar lainnya akan mengikutinya dan makin bertambah lagi dengan makin banyaknya partisipan. Sehingga menciptakan bola salju yang makin membesar.

Lantas apa kaitannya dengan perdebatan Bank Century soal dampak Sistemik dan bukan Sistemik?

Pertanyaan ini akan dijawab pada postingan selanjutnya.

Oya kepingin Baca Buku Putih Bank Century? silakan klik saja

Tags: , , , , ,

One Response to “Pelajaran Penting Dari Bank Century : Psikologi Pasar”

  1. Sariful says:

    :pertamax
    ternyata dari kasus bank century kita bisa mengambil pelajaran berharga…
    ga kepikiran… salute tuk pa asra.. :)

    [Reply]

Leave a Reply